Showing posts with label ulama kalimantan. Show all posts
Showing posts with label ulama kalimantan. Show all posts

2/28/20

SILSILAH KE DELAPAN

Pada waktu itu (tahun 2005) usiaku masih bocah yang tidak tahu apa-apa saat tersiarnya
berita beliau yang wafat, padahal disetiap jalan kulihat foto/poster beliau terpajang
seakan kota ini sedang berduka cita yang mendalam dengan kepergiannya untuk selamanya. sekarang
aku barulah mengerti kenapa manusia seperti beliau begitu dimuliakan dari pada umumnya manusia.

banyak generasi saat ini tidak mengenal siapa beliau, bahkan pernah kulihat diakun medsos dgn caption mencela video beliau yang sedang berceramah, sementara para netizen ikut berkomentar tentang suatu perkara yang mereka sndiri tidak mengenal lebih jauh siapa beliau (sangat disayangkan). 

kukira beliau hanya tersohor diwilayah pulau kalimantan, tapi tidak dipulau-pulau lain di indonesia. tapi ternyata dugaanku salah justru nama beliau terkenal sampai ketanah Mekkah oleh tokoh-tokoh dan raja-raja ternama diarab, begitu juga diseluruh penjuru bumi yang lain. ada banyak sekali yang mengaggumi tokoh ulama dari generasi yang masih bisa dibilang aku pernah hidup dizamanya..
Seorang ulama besar diabad ini, yang kewaliannya tidak diragukan lagi. Jasanya yang sangat besar terhadap Islam dan kaum Muslimin, menjadi kekaguman dan panutan bagi setiap kita, menjadi penuntun, dan Imam serta ikutan bagi yang menteladaninya, Maulana Qudwatuna Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Arsyadi Al-Banjari

Guru Zaini sewaktu kecil selalu berada di samping ayah dan neneknya yang bernama Salbiyah. Mereka menanamkan kedisiplinan dalam pendidikan tauhid dan akhlak serta belajar membaca Alquran. Karena itulah, guru pertama dari Guru Zaini adalah ayah dan neneknya sendiri. Semenjak kecil ia sudah digembleng orang tua untuk mengabdi kepada ilmu pengetahuan dan ditanamkan perasaan cinta kasih dan hormat kepada para ulama



Syekh Muhammad Zaini dikenal sebagai ulama yang sangat istiqamah dalam berdakwah. Tidak jarang dalam kondisi sakitpun beliau tetap mengajar murid- muridnya yang ribuan itu, bahkan kadang-kadang sambil berbaring. Syekh Muhammad Zaini juga dikenal sebagai figur yang sangat ramah dan menghormati tamunya.

 berikut ini adalah nama guru-guru , guru sekumpul....



1.      Guru Pembimbing Rohani
 
  •            Al-Alim Al-Alamah Ali Junaid Berau bin Al-Alim Fadil Qadi Muhammad Amin. 
  •        As-Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. 
  • Sayyidul Wujud Rasulullah Saw.



    2. guru murrabi mursyid

    •       Al-Alim Al-Alamah Syekh Muhammad Syarwani Abdan Bangil
    •    Al-Alim Al-Alamah Kiai Tubagus Muhammad Falak Bogor
    •    Al-Alim Al-Alamah Syekh Sayyid Muhammad Amin Al-Qutbi Al-Makky.
      3. Guru Taklim dan Tabarruk
    •         1)   Al-Alim Al-Alamah Al-Kutub As-Sayyid Abdul Qadir Al-Bar.  
      2)   Al-Alim Al-Alamah As-Sayyid Hasan bin Muhammad Al-Masyath.

            3)   Al-Alim Al-AlamahAl-Muhaddits Abu Sayyid Muhammad bin Alwy bin 
      4)  Al-Alim Al-Alamah As-Syekh Zakariya bin Abdullah Bila.Abbas Al-Maliki Al Hasani
      5)  Al-Alim Al-Alamah As-Syekh  Yasin Al-Fadani.  
      6)  Al-Alim Al-Alamah As-Syekh Ismail Al-Yamani.
      4. guru al- qur'an dan tajwid


      •        Al-Alim Al-Fadil Sya’rani Arif.
             Al-Alim Al-Fadil K.H. Aini Kandangan
                 Al-Alim Al-Fadil Al-Hafiz Syekh Nashrun Thahir

          5.   Guru di Pondok Pesantren Darussalam Martapura

        a.       Al-Alim Al-Fadil Guru Muhammad Zaini Umar.

        b.      Al-Alim Al-Fadil Guru Abdul Muis.

        c.       Al-Alim Al-Fadil Guru Sulaiman.

        d.      Al-Alim Al-Fadil H. Abdul Hamid Husin.

        e.       Al-Alim Al-Fadil H. Muhammad Abdul Qadir.

        f.       Al-Alim Al-Fadil Muhammad Zein.

        g.      Al-Alim Al-Fadil H. Rafi’i.

        h.      Al-Alim Al-Fadil H. Husin Dahlan

        i.       Al-Alim Al-Fadil Guru Syahran

        j.     
        Al-Alim Al-Fadil H. Sulaiman Yusuf

        k.      
        Al-Alim Al-Fadil H. Salman Djalil. (Ahli Ilmu Falak dan ilmuFaraid).

        L.   
        Al-Alim Al-Fadil H. Muhammad Saman Mulia.

        m.  
        Al-Alim Al-Fadil H. Salim Ma’ruf. Al-Alim Al-Fadil H. Husin Qadri
                        
        (Pengarang Kitab Senjata Mukmin)


        Ia mendidik ribuan murid agar cinta kepada Allah Swt dan Rasulullah Saw mencetak ratusan ulama yang selalu gigih melanjutkan dakwah dan perjuangan Guru Zaini. Syekh Muhammad Zaini  telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi ,Pendidikan Agama Islam di Kalimantan Selatan. Beliau adalah ulama yang memiliki Sanad keilmuan yang sangat banyak dan satu-satunya orang yang memiliki Izin untuk mengajarkan Tarekat Sammaniyah.

        berikut ini karya yang diciptakan oleh guru sekumpul;
        • 1.    Risalah Mubarakah.
        • 2.    Manaqib As-Syekh As-Sayyid Muhammad bin Abdul Karim Al-Qadiri  AlHasani As-Saman Al-Madani. Berisi biografi singkat pendiri Tarekat Sammaniyah, Sayyid Muhammad Samman Al-Madani. Ditulis dengan bahasa Melayu, kitab ini seringkali dibaca Guru Zaini di majelisnya dan sekarang merupakan bacaan rutin disetiap acara yang sakral ditengah masyarakat.
        • 3.    Ar-Risalatun Nuraniyah fi Syarhit Tawassulatis As-Sammaniyah. Merupakan syarah atau keterangan dari Qasidah Karya Sayyid Muhammad Samman AlMadani. Kitab ini ditulis dengan bahasa Arab dan sudah dibaca serta diajarkan oleh Guru Zaini dimajelisnya. 
        • 4.    Nubdzatun fi Manaqibil Imamil Masyhur bil Ustadzil A’zham Muhammad bin Aly  Ba-Alwy’. Kitab kecil tentang biografi Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawy
        • 5.    Ar-Risalah Fi Auradil Mufidah (Bahasa Arab). Kitab ini berisi beberapa wiridwirid penting.
        • 6.    Al-Imdad fi Aurad Ahlil Widad. Kitab yang tebalnya hampir 500 halaman. Berisi wirid dan amaliah yang pernah dibaca dimushalla Ar-Raudhah Sekumpul Maratapura. Kitab ini, kini banyak tersebar diseluruh Kalimantan bahkan sudah mulai meluas keluar Kalimantan.
        • 7.    Dalailul Khairat. Berisi shalawat yang dikarang oleh Sulaiman Al-Jazuli.Ia rutin membaca Dalailul Khairat sebanyak 2 khatam dalam sehari semalam,   

          Saat ini banyak orangtua dan guru yang kebingungan bagaimana cara mendidik anaknya. Kebanyakan dari mereka yang tidak dibekali ilmu agama dari Alquran dan Hadist, hanya mengajarkan anak sesuai
          adat yang berlaku di daerahnya, mengikuti berjalannya waktu. Padahal agama Islam yang mulia ini telah mengatur perkara ini secara lengkap dari bangun tidur hingga tidur kembali. Pendidikan Akhlak adalah perkara yang sangat penting didalam Islam.Dalam Alquran kita dapati bagaimana Allah Swt. menceritakan petuah-petuah Luqman yang merupakan bentuk pendidikan akhlak bagi anak-anaknya. Begitu pula dalam hadis Rasulullah Saw. kita temui juga banyak bentuk-bentuk pendidikan terhadap anak, baik dari perintah maupun perbuatan beliau mendidik anak secara langsung. Dalam Alquran dijelaskan bahwa Alquran diwariskan kepada orang-orang yang terpilih diantara hamba-hamba Allah Swt. Ketika para nabi sudah tiada, maka tugas para nabi tersebut menjadi tugas para ulama. Tugas-tugas tersebut adalah tabligh atau menyampaikan, tabyin atau menjelaskan, tahkim atau memutuskan perkara ketika ada persoalan di antara manusia, dan juga sebagai uswah atau contoh teladan.

          harusnya kita sebagai generasi saat ini dapat mewarisi jejak jejak mereka, atau bahkan menyempurnakan apa yang belum diketahui tapi nyatanya umat islam diakhir zaman ini hampir kebanyakan dari mereka telah keluar dari syari'at-syari'at islam, yang telah diajarkan. para nabi dan ulama. kita bahkan membanggakan budaya luar, mengikuti apa yang telah dilarang dalam agama islam itu sndiri. semoga saja, suatu hari Islam kembali kepada kejayaanya seperti dimasa terdahulu, dihormati dan disegani. karena Islam itu adalah agama yang lurus, solusi bagi manusia untuk menetapkan timbangan keadilan berdasarkan perintah Allah SWT melalui utusanNya. 

2/20/20

Profil Walliyullah Datu Sanggul

Dikenal ; Syekh Muhammad Abdush Shamad tempat lahir; palembang (sumatera selatan)
menetap/ hijrah :ke wilayah Tatakan, Tapin Selatan, Tapin.



riwayat  ;Datuk Sanggul mempunyai darah keturunan dari pulau andalas
Datu Sanggul adalah salah seorang ulama sufi pada masa itu dan seorang yang khawash, selain mempunyai ilmu yang tinggi, ia juga dikenal sebagai seorang yang digjaya. pada satu riwayat ia bernama Ahmad Sirajul Huda. menurut satu cerita ia berasal dari Palembang dan hidup sekitar abad 18 Masehi .


berguru kepada datu suban dikampung muning tatakan rantau,rumah guru Datu Suban dekat makam Datu Nuraya. dalam riwayat Makam itu panjngnya 30 depa. 1 depa itu sama dengan satu setengah meter. Dengan demikian panjang kubur itu 45 meter.
beliau diberi amanah oleh gurunya (datu suban) yaitu sebuah kitab mengenai ilmu Ma'rifattullah.
secara silsilah berasal dari pemberian datu nuraya kepada datu suban
yang kita kenal sampai saat ini ialah KITAB BERENCONG, kitab ini kemudian dibagi dua secara diagonal......
Satu bagian dipegang oleh Datu Kalampayan, dan sebagian lainnya dibawa oleh Datu Sanggul.
karena datu sanggul juga seangkatan (pada masanya) dengan datu kalampayan yaitu Syekh Muhammad Arsyad Al Banjar.




datu sanggul diperkirakan wafat pada hari Jum'at Ramadhan 1186 H atau bulan Desember 1772 M
(tapi untuk jelasnya tidak saya ketahui riwayat wafat beliau kapan, wallahuallaam!)

beliau dimakamkan di kampung muning benua nyiur tatakan Rantau
Tatakan. Kata “Tatakan” berasal dari dawuh atau tabuh yang ditatak atau dipotong.


beliau adalah seorang penuntut ilmu yang telah menjelajahi hampir seluruh wilayah aceh
hanya untuk berguru, kemudian beberapa tempat yang pernah ia singgahi seperti banten,
tidak terkecuali kampung halamanya sndiri yaitu palembang, petualangan menimba ilmu beliau
berakhir diborneo atau sekarang disebut pulau kalimantan.

datu sanggul pernah jg berguru kepada seorang yang terkenal bernama Syekh Nurdin bin Ali al-Habsyi.



salah satu syair yang syarat akan makna ciptaan Syekh Muhammad Abdush Shamad ;


 SYAIR SARABA AMPAT

Allah jadikan saraba ampat ...


syariat tharikat hakikat ma'rifat


menjadi satu didalam khalwat


rasa nyamannya tiada tersurat


Huruf ALLAH ampat banyaknya


Alif i'tibar dari pada Zat-NYA


Lam awal dan akhir Sifat dan Asma-NYA
Ha isyarat dari Af'alnya


Jibril Mikail Malaikat mulia


Isyarat  sifat Jalal  dan Jamal


Izrail Israfil rupa pasangannya


I'tibar sifat Qahar dan Kamal


Jabar ail asal katanya


Bahasa Suryani asal mulanya


Kebesaran ALLAh itu artinya


Jalalullah bahasa Arabnya


Nur Muhammad bermula nyata


Asal jadi alam semesta


seumpama api dengan panasnya
itulah Muhammad dengan Tuhannya


Api dan banyu tanah dan hawa
itulah dia alam dunia


menjadi awak barupa rupa


tulang sungsum daging dan darah


Manusia lahir ke Alam Insan


di Alam Ajsam ampat bakawan


Si Tubaniyah dan Tambuniyah


Uriyah lawan si Camariyah


Rasa dan akal daya dan nafsu
didalam raga nyata basatu


AKU meliputi segala liku


Matan hujung rambut sampai kahujung kuku


Tubuh dan hati nyawa rahasia


Satu yang zahir amat nyatanya


Tiga yang batin pasti adanya


Alam shagir itu sabutnya


Mani Manikam M adi dan Madzi


Titis manitis jadi menjadi


Si anak adam balaksa kati
Hanya yang tahu ALLAHU RABBI


Kaampat ampatnya kada tapisah


datang dan bulik kepada ALLAH
Asalnya awak daripada tanah


Asalpun tanah sudah disarah


Dadalang Simpur barmain wayang
Wayang asalnya sikulit kijang


Agung dan sarun babun dikancang
kaler bapasang diatas gadang


Wayang artinya sibayang bayang
Antara kadap silawan tarang


semua majaz harus dipandang


Simpur balalakun hanya saorang


Samar Bagung si Nalagaring


Sijambulita suaranya nyaring


Ampat isyarat amatlah penting


Siapa nang handak mancari haning?
 



Assalamuailkum wr wb
singkat kata penulis mohon dimaafkan dan diampuni kesalahanya 
baik yang tidak berkenan dihati saudara , karna admin juga manusia biasa
terimakasih untuk waktu luang membacanya,
semoga menambah manfaat kpd kita semua ... amiin!

2/13/20

Profil Datuk Kalampayan



Maulana Muhammad Arsyad Al Banjari


bin Abdullah bin Tuan Penghulu Abu Bakar 
bin Sultan Abdurrasyid Mindanao bin Abdullah 
bin Abu Bakar Al Hindi bin Ahmad Ash Shalaibiyyah 
bin Husein bin Abdullah bin Syaikh 
bin Abdullah Al Idrus Al Akbar (datuk seluruh keluarga Al Aidrus) bin Abu Bakar As Sakran bin Abdurrahman As Saqaf bin Muhammad Maula Dawilah bin Ali Maula Ad Dark 
bin Alwi Al Ghoyyur bin Muhammad Al FaqihMuqaddam 
bin Ali Faqih Nuruddin 
bin Muhammad Shahib Mirbath 
bin Ali Khaliqul Qassam bin Alwi 
bin Muhammad Maula Shama’ah 
bin Alawi Abi Sadah bin Ubaidillah 
bin Imam Ahmad Al Muhajir 
bin Imam Isa Ar Rumi bin Al Imam Muhammad An Naqib bin Al Imam Ali Uraidhy bin Al Imam Ja’far As Shadiq 
bin Al Imam Muhammad Al Baqir 
bin Al Imam Ali Zainal Abidin 
bin Al Imam Sayyidina Husein 
bin Al Imam Amirul Mu’minin Ali Karamallah wajhah wa Sayyidah Fatimah Az Zahra binti Rasulullah SAW.

Menurut Mufti kerajaan indragiri Abdurrahman Siddiq, berpendapat bahwa ia adalah keturunan Alawiyyin melalui jalur Sultan Abdurrasyid Mindanao.

  • MENIKAH : dengan seorang perempuan bernama Tuan Bajut 

    PENDIDIKAN : usia sampai 30th dibina di istana Sultan Tahlilullah (sebelum menuntut ilmu ditanah suci mekkah) 

    setelah itu beliau berguru dengan Syekh ‘Athaillah bin Ahmad al-Mishry, al-Faqih Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi 

     al-‘Arif  Billah Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Samman al-Hasani al-Madani.

     Syekh Ahmad bin Abdul Mun'im ad Damanhuri, 

    Syekh Muhammad Murtadha bin Muhammad az Zabidi, 

    Syekh Hasan bin Ahmad al Yamani, 

    Syekh Salm bin Abdullah al Basri, 

    Syekh Shiddiq bin Umar Khan, 

    Syekh Abdullah bin Hijazi asy Syarqawy,

     Syekh Abdurrahman bin Abdul Aziz al Maghrabi,

     Syekh Abdurrahamn bin Sulaiman al Ahdal, 

    Syekh Abdurrahman bin Abdul Mubin al Fathani, 

    Syekh Abdul Gani bin Muhammad Hilal, 

    Syekh Abis as Sandi, Syekh Abdul Wahab at Thantawy, 

    Syekh Abdullah Mirghani, Syekh Muhammad bin Ahmad al Jauhari,

     dan Syekh Muhammad Zain bin Faqih Jalaludin Aceh. 




  • MENETAP : Ramadhan 1186 H bertepatan dengan 1772M  beliau kemabali kekampung halamanya martapura, (kalimantan selatan) lebih tepatnya desa dalam pagarSultan Tahmidullah II mengangkatnya sebagai mufti, bahkan sultan pun termasuk salah seorang muridnya.Syekh Muhammad Arsyad adalah pelopor pengajaran hukum Islam di Kalimantan Selatan. Ulama-ulama yang dikemudian hari menduduki tempat-tempat penting di seluruh Kerajaan Banjar, banyak yang merupakan didikan dari suraunya di Desa Dalam Pagar.

  • KARYA : kitab karangan beliau yaitu Sabil al-Muhtadin, Tuhfat ar-Raghibiin, al-Qaul al-Mukhtashar, disamping kitab ushuluddin, tasawuf, nikah, faraidh dan kitab Hasyiyah Fath al-Jawad.
  • WAFAT: tahun 1812 M dalam usia 105 tahun , Dimakamkan di Kalampayan, Astambul, Banjar, Kalimantan Selatan.

  • KAROMAH : menurut cerita beliau membetulkan arah kiblat di Masjid Jembatan Lima, Masjid Luar Batang dan Pekojan, hal ini menimbulkan kontroversi di kalangan pemuka mesyarakat dan pemimpin muslim saat itu. Karenanya Gubernur Jenderal Belanda kala itu memanggil Arsyad, sekaligus untuk mempermalukannya di depan umum dengan salah satu pertanyaannya apakah isi kelapa yang sedang dipegang sang gubernur ,lalu beliau menjawab isi kelapa itu air dan di dalam air itu ada ikan, lalu hadirin tertawa mendengar jawaban yang tidak masuk akal itu. Akan tetapi, setelah kelapa itu dibelah, memancarlah air dan keluarlah ikan yang masih hidup dari dalamnya, hadirin yang tertawa berubah menjadi takjub dan kagum melihat karomah yang dimiliki Syekh Arsyad.

Peninggalan yang paling bersejarah dan membanggakan bangsa terutama rakyat kalimantan ialah Kitab Sabil al-Muhtadin li at-Tafaqquh fi Amr ad-Din. kitab fikih Melayu yang sangat terkenal di Nusantara, Malaysia, Thailand, dan Kamboja, Kitab ini tersimpan di perpustakaan-perpustakaan besar di dunia Islam, seperti di Makkah, Mesir, Turki, dan Beirut. untuk itu sebagai generasi penerus harusnya menjadi jembatan kita untuk menuntut pengetahuan Islam , khususnya dalam Syariatnya.

2/10/20

Zainal Ilmi al-Banjari


 Tuan Guru Zainal Ilmi Al Banjari

 

  • LAHIR :      Jum’at malam  04.30 Wita, 7 Rabiul Awwal 1304 H
  • TEMPAT :   Dalam Pagar Martapura (KALIMANTAN SELATAN)
  • RIWAYAT : Khalifah dari Mufti Indragiri Riau (pengganti guru sapat) 
  • NASAB:     Zainal Ilmi Al Banjari bin Haji Abdus Shamad bin H.muhammad Said Wali bin Aminah Binti H.Syahabuddin bin Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
  • PENDIDIKAN : -  KH.Abdus Shamad yaitu orang tua beliau sendiri mula mula belajar ilmu arabiyyah, fiqih dan hadist selama kurang lebih 6 tahun.
    -  menuntut Munazharah ,kepada KH.Muhammad Amin bin Qadhi H.Mahmud Pesayangan     Martapura.
    - Syeikh Abdurrahman Muda
    - KH.Abbas bin mufti H.Abdul Jalil
    - KH.Abdullah (led rad agama) bin KH.Muhammad Shaleh
    - Menuntut Munazharah, kepada .KH.Muhammad Ali bin Abdullah al-Banjari.
    - KH.Khalid Dalam Pagar Martapura

    - KH.Ahmad Nawawi Dalam Pagar Martapura
    - KH.Ismail Dalam Pagar Martapura ayah dari KH.Abd.Rahman Ismail mantan kepala DEPAG Kab.Banjar
    - KH.Ahmad Wali Kuin Banjarmasin (murid Haji Masaid Wali kakek dari guru KH.Zainal Ilmi Dengan disertai pesan guru gurunya tersebut yaitu "Jika kamu berkehendak mula mula masuk fan ilmu nahwu atau fan fiqih atau fan usul yaitu mesti lebih dahulu mengetahui mabadi yang 'asyarah serta ta'rifnya supaya landang penglihatanmu." 



    •  MENIKAH :    dengan Istri pertama ,HJ.Purnama binti zakaria bin Abdullah bin KH.Muhammad Khattib bin Mufti Pangeran Ahmad bin Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari namun tidak mempunyai keturunan.
    • WAFAT : pada hari Jum'ad di Karang Intan tgl 13 Dzulqaidah 1375 H bertepatan dengan 21 Juni 1956 M jam 12.00 siang. pada hari sabtu tanggal 14 Dzulqaidah 1375 h dengan suasana yang penuh khidmat dan haru dilaksanakanlah pemakamannya disamping makam orang tuanya KH.Abdus Shamad di Kalampayan berdekatan dengan Datuknya Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari.  

2/7/20

Profil Ulama Kita (Guru Sapat)

 
Syekh Abdurrahman Siddiq (indragiri)
Syekh Abdurrahman Shiddq Al-Banjari Sapat Indra Giri dilahirkan ditahun 1857 M,di desa Dalam Pagar martapura kalimantan Selatan,beliau lahir di akhir masa pemerintahan Sultan Adam Al-Watsiq billah bin sultan Sulaiman Al-Mu'tamidillah, ayah beliau adalah Syekh Muhammad Afif (Datu Landak) bin Anang Mahmud bin H.Jamaluddin bin Kyai Dipasunda bin Pardi (Pangeran Diponogoro), sedang ibunya adalah Syafura binti Mufti H.Muhammad Arsyad Lamak Pagatan bin Mufti H.Muhammad As'ad putra Syarifah binti Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari,ketika beliau berusia 3 bulan ibunya meninggal dunia dan kemudian diasuh oleh saudari ibunya yang bernama Sa'idah,didalam asuhan bibinya dan juga nenek kakeknya (Syekh Muhammad Arsyad Lamak), kakeknya ini meninggal ketika usianya baru sekitar satu tahun dan mulai saat itu hingga dewasa beliau diasuh oleh neneknya yang bernama Ummu Salamah,neneknya ini adalah seorang perempuan sholeh yang berilmu pengetahuan dan suka beribadah, maka dalam pemeliharaannya itu Abdurrahman kecil di didik serta diajari membaca Al-Qur'an, kemudian setelah dewasa barulah beliau disuruh belajar ilmu agama ke Dalam Pagar Martapura, guru guru beliau di Dalam Pagar antara lain;
  • -KH.Muhammad Said Wali
  • -KH.Muhammad Khatib
  • -KH.Abdurrahman Muda
    pada tahun 1887 M beliau berangkat ke Tanah Suci Mekkah,diantara guru guru beliau di Mekkah adalah 
    •      -Sayyid Bakri Syatha
    •      -Sayyid Ahmad Zaini Dahlan
    •      -Syekh Muhammad Sa'id Ba Bashil
    •      -Syekh Nawawi Al-Bantani
       
    beliau bermukim di Mekkah sekitar 7 tahun,5 tahun belajar ilmu agama 2 tahunnya beliau mengajar (tawliah) di Masjidil Haram, dan pada waktu disana lah salah satu gurunya menambahkan nama dibelakang dengan Ash-Shiddiq, dalam salah satu riwayat beliau pulang ke kampung pada tahun 1894 M setelah mendapatkan ijin dari guru guru beliau,beliau pulang ke Indonesia. 
  • kitab yang dikarang beliau diantaranya,;
    1. Aqa'idul Iman
    2. Fathul Alim
    3. Amal Ma'rifat
    4. Maw'izha lin Nafsi
    5. Majmu'ul Ayat wal Hadits
    6. Takmilah Qawlul Mukhtashar
    7. Asrarus Shalah
    8. Kumpulan Khutbah Jum'ad dan Dua Hari Raya
    9. Bay'ul Hayawan lil Kafirin
    10. Kitabul Fara'idh
    11.  syair Ibarat Khabar Kiamat
    12. Syajarah al-Arsyadiyyah
    13. Pelajaran Agama Islam Untuk Anak-Anak
      Syekh Abdurrahman, Mufti dari kerajaan Indragiri tinggal di Sapat Indragiri Hilir mulai tahun 1326 H atau 1908 M. Dan mulai menyebarkan agama islam hingga akhir hayatnya pada usia 83 tahun yang menurut kalender Hijiriyah usia beliau sekitar 78 tahun.
      Kepergian beliau ke Hadirat Sang Khaliq membawa amal bakti yang tak ternilai harganya,karena dimasa hidupnya yang hanya menuntut ilmu dan beribadah serta mengajak orang orang ke jalan Allah SWT. Subhanallah ... mudah mudahan kita semua dikumpulkan dengan orang orang sholeh di akhirat nanti...amiin Ya Robbal Alamin...cukup sekian yang saya sampai kan,kalau ada kekurangan atau atau kesalahan dalam penulisan riwayat ini alfaqir mohon maaf ampun sebesar besarnya wabillahi taufik wal hidayah assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. sumber diambil dari; (https://web.facebook.com/Kisah.Para.DatudanUlama.Kalimantan/)